Kemasan foredi gel dinilai sangat praktis karena hanya dikemas dalam bentuk sachet, yang dibungkus dalam satu box yang hanya terdiri dari 3 sachet. Hal ini tentu didasari dengan satu tujuan, yaitu memudahkan penyimpanannya maupun cara membawanya sehingga dengan mudah dapat dimasukkan ke saku, tanpa terlihat oleh orang lain. Efek manfaat dan kemanjuran produk ini juga membuat kemasan sachet ini hanya dipakai maksimal untuk dua kali pemakaian.

Foredi Gel Sebagai Antiseptik – Produk Foredi gel ini merupakan sebuah antiseptik lokal untuk organ intim para pria dewasa yang sekaligus dapat berfungsi untuk mengatasi ejakulasi dini, dapat memperpanjang durasi dari sebuah hubungan intim suami isteri dan mampu tahah lama ( sekitar 5 hingga 8 jam sejak pengolesan pertama). Maksud tahan lama 5 hingga 8 jam di sini adalah misalnya jika hubungan intim pertama Anda berlangsung 30  menit hingga 45 menit, selanjutnya setelah kira kira misalnya 3 jam kemudian Anda ingin berhubungan intim lagi, maka Anda dapat langsung melanjutkannya, karena Anda  tidak perlu mengoles alat vital Anda lagi dari awal. Inilah segi kepraktisannya.

Yang Harus Diperhatikan Untuk Hasil Maksimal – Ada banyak hal penting yang harus diingat dan diperhatikan , untuk memperoleh hasil yang maksimal, seperti :

1.     Sangat dianjurkan untuk mengikuti aturan pemakaian sesuai dosis dan urutan yang telah ditentukan.

2.     Kenali terlebih dahulu dengan pasti, jenis keluhan Anda. Apakah termasuk ejakulasi dini ataukah disfungsi ereksi.   Jika keluhan Anda adalah disfungsi ereksi yaitu ketidak mampuan organ vital pria untuk mencapai kekerasan yang maksimal  saat ereksi, sehingga alat vital pria tetap loyo / lemas. Maka pengobatan yang tertepat adalah GASA.

3.     Sedangkan jika keluhan Anda adalah ejakulasi dini,yaitu suatu kondisi pada alat vital pria yang terlalu sensitif, sehingga dari alat vital pria tersebut sperma terlalu cepat keluar. Keluhan ejakulasi dini tak jarang diikuti masalah ereksi. Tapi bisa juga tidak. Jika tidak diikuti masalah yang berhubungan dengan ereksi, maka penggunaan gel oles Foredi gel ini sudah cocok.

Ini penting untuk dikenali, sebab  banyak pengguna yang semula komplain karena dianggap foredi gel ketika dipakai tidak menampakkan hasil seperti yang digembar gemborkan. Setelah  diusut lebih jauh banyak faktor kegagalan yang menjadi penyebabnya pada kasus kebanyakan adalah seperti :

·         Terjadi kesalahan diagnosa keluhan awal. Yang seharusnya disfungsi ereksi, tetapi diartikan sebagai ejakulasi dini.

·         Terlalu cepat digunakan  untuk hubungan intim, setelah dioles. Sehingga daya kerja produk Foredi gel ini belum maksimum.

·         Alat vital masih terasa hangat , akibat dioles , tetapi sudah langsung digunakan untuk berhubunbgan intim, sehingga obat herbal foredi gel belum meresap sempurna.

·         Pengolesan mengenai kantong kemih, sehingga kantong kemih malah menjadi panas, sehingga akhirnya sulit untuk ereksi.

4.     Penting untuk dipahami, bahwa foredi gel bukan obat kuat, tetapi hanya merupakan sebuah antiseptik lokal yangh berfungsi sebagai sarana untuk memuklihkan kembali kondisi ejakulasi dini atau sperma mudah keluar.

5.     Gunakan foredi gel secara teratur, walaupun tidak sedang dalam keadaan ingin berhubungan intim, sebab penggunaan secara berkala dapat merawat organ intim Anda dari pertumbuhan jamur serta dapat menjaga kebersihan organ vital Anda sehingga isteri Anda sebagai lawan main Anda akan merasa aman. Seperti diketahui mulut rahim dan organ vital wanita sangat rentan terhadap penyakit dan mudah terkontaminasi oleh benda asing serta mikro organisma penyebab keputihan. Yang paling berbahaya jika keputihan ini disebabkan oleh faktor pathologis, seperti adanya infeksi jamur Chlamidia. Infeksi saluran pada organ intim wanita juga dapat merusak saluran indung telur, sehingga rawan dalam kehamilan..

6.     Foredi Gel tidak menyebabkan ketergantungan , sehingga kapanpun pemakaiannya dihentikan tidak akan timbul masalah.

7.     Hasil yang berbeda pada setiap pengguna lebih disebabkan karena pengaruh kondisi tubuh setiap orang tidak sama.